Minggu, 21 April 2019

Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Pemrograman berorientasi objek atau yang biasa orang luar sebut Object Oriented Programming (OOP) adalah inti dari pemrograman Java. Mengapa begitu? Karena pada Java Semua Program merupakan objek, maka dari itu disebut bahwa inti dari pemrograman Java adalah OOP.

Sebelum kita mulai menuliskan kode-kode program ada baiknya kita ketauihi dulu apa-apa saja dasar dari konsep yang terkandung dalam pemrograman berorientasi objek, setelah itu barulah kita lanjutkan ketingkat berikutnya. Dengan mengetahui dasar sesuatu kita akan lebih mudah mengetahui proses sesuatu itu.

Kembali ke pembahasan, konsep pemrograman berorientasi objek ada empat konsep. Apa saja? Konsep yang empat itu ialah abstraksi, pembungkusan, pewarisan, dan polimorfisme. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

Abstraksi (Abstraction).

Abstraksi merupakan pengabstrakan atau penyembunyian kerumitan dari suatu proses. Sebagai contoh, terdapat sebuah sepeda motor, orang-orang tidak perlu mengetahui komponen penyusun mesin sepeda motor yang cukup rumit, namun orang-orang dapat melihat sepeda motor merupakan sebuah objek yang memiliki kelebihan tersendiri.

Dengan cara pandang yang sederhana maka ketika seseorang sedang mengendarai sepeda motor, ia tidak perlu mengetahui betapa rumitnya komponen penyusun mesin motornya, karena untuk mengendarai sepeda motor yang perlu diketahui adalah hanya bagaimana cara mengendalikan sepeda motor tersebut. Konsep seperti inilah yang dinamakan dengan abstraksi. Sehingga dengan abstraksi kita dapat memandang suatu sistem yang kompleks dan rumit sebagai sebuah paket sistem yang sederhana. 

Pembungkusan (Encapsulation).

Proses abstraksi yang telah kita bahas diatas tadi dapat dilakukan dengan cara membungkus semua kode dan data yang berkaitan ke dalam suatu entitas tunggal yang biasa kita sebut dengan objek. Dengan kata lain, sebenarnya proses pembungkusan itu sendiri merupakan cara atau mekanisme untuk melakukan abstraksi. Pada pemrograman prosedural (tradisional), proses ini desebut dengan penyembunyian informasi (information hidding).

Membuat Program Dengan Hello World JavaCara Download dan Install Netbeans Tanpa Ribet

Di dalam Java ketika melakukan pembungkusan terdapat tiga tingkat akses yang perlu kita ketahui, apa saja? berikut yang perlu kita ketahui:

Tingkat Akses Private.

Dengan mendeklarasikan data dan method dengan tingkat akses private, maka data dan method tersebut hanya dapat diakses oleh kelas yang memilikinya saja, tidak dapat diakses oleh kelas lain yang tidak memilikinya. Untuk mendeklarasikan suatu data atau method ke tingkat akses private, cukup menggunakan kata kunci private.

Tingkat Akses Protected.

Dengan mendeklarasikan data dan method dengan tingkat akses protected, maka data dan method tersebut hanya dapat diakses oleh kelas yang memiliknya dan juga oleh kelas lain yang memiliki hubungan keturunan. Sebagai contoh, apabila data X yang terdapat di dalam kelas A dideklarasikan sebagai protected, maka kelas B yang memiliki hubungan keturunan dengan A diizinkan untuk mengakses kelas A. 

Namun lain lagi, bila terdapat kelas yang tidak ada hubungan keturunan dengan kelas A, misal nih kelas D ingin mengases kelas A yang mana keduanya tidak memiliki hubungan keturunan apapun maka kelas D tidak dizinkan mengases kelas A.

Untuk mendeklarasikan suatu data atau method dengan tingkat akses protected cukup menggunakan kata kunci protected.

Tingkat Akses Public.

Tingkat akses public merupakan kebalikan dari tingkat akses pivate. Data maupun method yang bersifat public dapat diakses oleh semua bagian di dalam program. Itu artinya, data-data maupun method-method yang dideklarasikan dengan tingkat akses public akan dikenali dan dapat diakses oleh semua kelas yang ada dalam program, baik itu kelas turunan maupun bukan. Mendeklarasikan data atau method dengan tingkat akses public cukup menggunakan kata kunci public.

Pewarisan (Inheritance).

Pemrograman berorientasi objek juga menerapkan kensep waris, sama seperti yang terjadi pada alam ini. Sebagai contoh seorang anak pastikan akan mewarisi sifat dan watak orang tuanya. Begitu pula dengan program, suatu kelas dapat mewarisi beberapa sifat dari kelas induknya. Misal kita memiliki kelas A dalam program kita, kemudian kita akan membentuk kelas-kelas turunan dari kelas A tadi, misal keturunan dari kelas A tadi ada kelas B, maka kelas B memiliki sebagian dari sifat kelas A. konsep ini sering disebut dengan konsep pewarisan (inheritance). Di dalam java kelas induk disebut dengan superclass dan kelas keturunan disebut dengan subclass. Adapun cara membuat kelas-kelas turunan kita tidak bahas sekarang, mungkin nanti akan dibahas pada kesmpatan lain.

Polimorfisme (Polymorphism)

Polimorfisme adalah kemampuan suatu objek untuk mengungkap banyak hal melalui suatu cara yang sama. Misalnya terdapat kelas A yang kemudian diturunkan menjadi kelas B, C dan D. Dengan konsep polimorfisme kita dapat menjalankan method-method yang terdapat pada kelas B, C dan D hanya dari objek yang diinstansiasi dengan kelas A. Polimorfisme sering dinamakan dengan dynamic binding, late binding maupun runtime binding. pembahasan mengenai polimorfisme ini akan kita bahas lebih dalam lagi pada lain kesempatan di blog yang sama.

0 komentar:

Posting Komentar