Jumat, 17 Mei 2019

Alasan Kenapa Harga Beras Naik

Alasan Kenapa Harga Beras Naik

Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok dari sembilan bahan pokok yang lain. Tanpa ada beras, kebutuhan pangan masyarakat Indonesia belum terpenuhi. Setiap bulannya rata- rata masyarakat Indonesia membutuhkan 10 kilogram beras, untuk makan sehari- hari. Jadi tidak heran, beras yang dibutuhkan masyarakat Indonesia sangatlah banyak. 

Setiap tahunnya, permasalahan harga yang tidak stabil selau menjadi ketakutan tersendiri bagi para petani dan rakyat kecil. Harga untuk beras yang naik tentunya yang paling ditakuti. Ada beberapa alasan kenapa harga beras naik, Berikut ulasannya.

Alasan kenapa harga beras naik

1. Tidak Ada Pasokan Beras Murah

Kenaikan harga beras yang terjadi akhir- akhir ini, ternyata bukan disebabkan minimnya persediaan beras. Kenaikan justru disebabkan karena tidak adanya pasokan beras berharga murah. Hal ini disebabkan oleh hasil panen yang baik, sehingga hasil olahan beras memiliki kualitas yang baik atau premium. Karena semua kualitas beras baik, jadi tidak tersedia beras degan harga murah atau medium.

2. Pasokan Padi Menurun

Penyebab lain dari naiknya harga beras yaitu, pasokan padi dari penghasil  menurun, sehingga produksi pengolahan beras juga sedikit. Sehingga stok pedagang beras di pasaran juga sedikit, dan harga menjadi melambung tinggi. Hal ini yang menjadi masalah karena hal tersebut tidak di barengi dengan kesiapan produsen untuk memproduksi lagi hasil ladang mereka. Sehingga hal ini menjadi salah yang sangat berpengaruh dalam jumlah biji padi yang ada pada pasaran.

3. Harga Gabah Meningkat

Harga gabah meningkat, disebabkan karena adanya wabah wereng batang coklat yang menjadikan kualitas gabah yang menurun. Karena pasokan gabah yang sedikit, harganya menjadi melambung tinggi dan harga beras naik. Beberapa faktor yang menjadi masalah dalam kenaikan gabah ini adalah sarana transportasi. Sarana transportasi ini menjadi bagian penting dalam mendistribusikan hasil panen setiap lumbung padi kepada beberapa daerah, agaknya hal harus menjadi perhatian serius dari pemerintah.

4. Musim Kemarau Berkepanjangan

Kenaikan harga beras bisa terjadi karena musim kemarau berkepanjangan, yang terjadi di beberapa daerah pemasok beras di Indonesia. Oleh sebab itu, waktu tanam menjadi tertunda dan berakibat pada sedikitnya peredaran beras di pasaran sehingga harga cenderung naik. Kemarau berkepanjangan ini juga menyebabkan sejumlah waduk yang sebelumnya menjadi salah satu solusi selama ini untuk mengairi sawah. Jadi dengan kata lain kondisi seperti ini membuat sejumlah daerah lumbung pangan mengalami masalah.

5. Banjir

Akibat banjir bandang di beberapa wilayah pemasok beras juga menjadi salah satu penyebab kenaikan beras. Padi menjadi gagal panen dan tenggelam, sehingga daerah tersebut tidak dapat memasok beras ke daerah lain. Banjir menjadi masalah tahunan yang sering kali melanda beberapa daerah lumbung padi yang di mana banjir ini sering kali merusak tanaman. Baik tanaman yang siap di panen atau yang baru saja di panen kondisi ini sangat merugikan karena hingga saat ini belum ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

6. Hari Besar Keagamaan

Hari besar seperti idul fitri, natal, dan lain sebagainya ternyata juga dianggap sebagai pemicu terjadinya kenaikan beras. Karena pada hari- hari tersebut permintaan beras meningkat, dan hanya sedikit produsen yang memasok. Selain itu, banyak pedagang yang tidak menjajakan dagangannya. Di tambah lagi beberapa masalah yang di akibatkan oleh beberapa tengkulak yang menimbun atau memanfaatkan situasi pada keadaan ini untuk meraup untung turut menjadi faktor.

Itulah beberapa hal yang menjadi faktor yang menengarai beberapa keadaan dan alasan kenapa harga beras sering kali naik. Beberapa kondisi di atas sebagian besar di karenakan faktor alam menjadi tanggung jawab atas kenaikan komoditas tersebut. Semoga beberapa alasan di atas dapat menambah pengetahuan anda mengenai masalah tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar