Sabtu, 13 Juli 2019

Mangku Sitepoe, Dokter Mulia Pemberi Pengobatan Gratis

Mangku Sitepoe, Dokter Mulia Pemberi Pengobatan Gratis

Ada yang unik dari kisah perjuangan Dokter Mangku Sitepoe. Beliau sangat mengenal profesinya dengan baik. Akan tetapi, tak hanya satu profesi saja. Beliau merangkap dua gelar dokter, yaitu dr. dan drh. yang berarti menjadi dokter manusia sekaligus dokter hewan. Sejak tahun 1995, beliau tergerak membuka pengobatan gratis untuk warga miskin di area Jakarta.

Munculnya Niat Membuka Pengobatan Gratis

Pengorbanan memang diawali dengan kerelaan hati. Semua itu membutuhkan proses dan bekal untuk saling memberi. Sebelum sukses menyandang dua gelar dokter sekaligus, beliau mengalami keresahan. Awalnya, beliau sudah mengambil jurusan kedokteran hewan di Universitas Gadjah Mada dan setelah lulus bekerja sebagai dokter hewan. Sebuah profesi yang mulia.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya ketika beliau berusia 40 tahun, banyak warga sekitar yang memintanya memeriksa kesehatan mereka. Meskipun sudah dijelaskan bahwa dirinya adalah dokter hewan, namun tetap saja masyarakat memintanya memeriksa. Sedikit banyak untuk hal sederhana, Dokter Sitepoe bisa memenuhinya.

Dalam hatinya, beliau terus berpikir bagaimana seandainya bisa menjadi dokter untuk manusia. Akhirnya, beliau masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan setelah lulus mengambil pendidikan dokter spesialis penyakit bawaan yang bisa menular dari hewan ke manusia. Kini, beliau bisa berkontribusi menjadi dokter untuk hewan sekaligus manusia.

Semua ilmunya tersebut juga menggerakkan hatinya untuk berkontribusi memberikan pengobatan gratis kepada warga sekitar yang kurang mampu. Semua warga menyambut dengan gembira atas inisiatif Dokter Sitepoe. Besar harapan mereka untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, terlebih saat mengalami persoalan kesehatan.

Perjuangan Mengabdi Demi Kesehatan Warga Miskin

Sejak tahun 1995, beliau sudah aktif memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk warga miskin Jakarta. Beliau juga rela menempuh perjalanan dengan berjalan kaki 5 km menuju pelosok Jakarta yang akses jalannya kurang baik. Sampai kini usianya menginjak 84 tahun, beliau tetap aktif melayani masyarakat kurang mampu untuk memeriksakan kesehatannya.

Berkaitan dengan usianya yang sudah tidak muda lagi, beliau mengaku bahwa terkadang tangannya gemetaran ketika memeriksa pasien. Penurunan fungsi tubuh ini tidak menghalanginya tetap berjuang. Oleh karena itu, beliau berharap selalu sehat dan hidupnya lebih bermanfaat untuk orang lain melalui ilmu dan pengalamannya sebagai dokter.

Perjuangan yang tidak mudah tersebut tetap beliau lakukan agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat hidup sehat. Gangguan kesehatan akibat lingkungan perkotaan yang kurang bersahabat bisa ditanggulangi lebih dini dengan pelayanan kesehatan ini. Dengan pelayanan kesehatan gratis, terdapat pemerataan kesehatan sampai mencakup warga yang kurang mampu.

Berkat layanan pengobatan gratis dari Dokter Sitepoe, banyak warga terbantu. Mereka yang kekurangan dari segi finansial, tetap mendapatkan layanan kesehatan secara layak. Kondisi kesehatan masyarakat juga meningkat. Dengan bantuan donasi seperti asuransi wakaf, semakin banyaklah warga yang terbantu. Bahkan, tidak hanya di wilayah Jakarta, tetapi bisa meluas.

Setelah banyak ilmu diperolehnya dan sudah berhasil merasakan arti diri bagi sesama, Dokter Sitepoe sangat bersyukur. Di usianya yang sudah tak lagi muda, beliau dapat memanfaatkan ilmu dan pengalamannya untuk orang lain, terutama warga kurang mampu. Pengorbanan tersebut membuatnya lega dan bahagia. Ternyata, betapa indahnya menolong saudara yang membutuhkan.

Berbagai pelajaran dapat diambil dari pengorbanan Dokter Mangku Sitepoe. Beliau rela mendedikasikan diri untuk seluruh warga miskin di Jakarta. Beliau berusaha terus menjadi solusi atas berbagai persoalan kesehatan masyarakat kurang mampu. Melalui beliau, hadiah kompetisi Blog Berlipatnya Berkah dari asuransi wakaf Allianz dapat diberdayakan bagi kesehatan.

0 komentar:

Posting Komentar