Selasa, 05 November 2019

Perbedaan Karyawan Outsourcing Jakarta dan Karyawan Kontrak

Perbedaan Karyawan Outsourcing Jakarta dan Karyawan Kontrak

Outsourcing diartikan sebagai sebuah upaya untuk mengalihkan atau pemberian pekerjaan kepada pihak ketiga. Secara umum, outsourcing terbagi lagi menjadi dua kategori, yaitu penyerahan sebagian pekerjaan atau pemborongan pekerjaan (outsourcing pekerjaan) dan penyedia jasa tenaga kerja atau agen penyalur tenaga kerja.

Karyawan kontrak direkrut oleh sebuah perusahaan untuk melaksanakan kerja kontrak. Artinya, perusahaan mengadakan hubungan kerja dengan karyawan kontrak untuk suatu pekerjaan yang berlangsung selama periode waktu tertentu.

Sedangkan, outsourcing adalah sebuah upaya untuk mengalihkan pekerjaan ke pihak ketiga. Secara umum, outsourcing terbagi lagi menjadi dua kategori, yakni penyerahan sebagian pekerjaan atau pemborongan pekerjaan (outsourcing pekerjaan) dan penyedia jasa tenaga kerja atau agen penyalur tenaga kerja.


Lama Bekerja

Karyawan kontrak memiliki masa bekerja sesuai dengan kesepakatan kontrak antara perusahaan dan karyawan dimana maksimal adalah dua tahun. Sedangkan untuk outsourcing Jakarta, lama bekerjanya tidak pasti tergantung dengan perusahaan yang membutuhkan jasanya.

Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja ini berhubungan dengan kegiatan operasional yang ada di perusahaan. Di dalam perjanjian kerja, karyawan outsourcing dan kontrak akan disebutkan jangka waktunya dan akan tertulis dengan jelas berapa lama masa kontrak akan berakhir.

Perjanjian kerja karyawan kontrak hanya mengikat dirinya dengan perusahan tempatnya bekerja, sedangkan outsourcing Jakarta mengikat antara dirinya dengan perusahaan  yang menggunakan jasanya.

Kemungkinan Menjadi Karyawan Tetap

Perbedaan outsourcing dan kontrak yang sangat terlihat selanjutnya yaitu kemungkinan untuk menjadi karyawan tetap. 

Karyawan outsourcing hanya akan bekerja dengan sistem kontrak terus menerus. Ketika kontrak habis, mereka harus terus memperpanjang masa kontraknya terutama kalau mau. Lalu tetap bekerja di perusahaan tersebut sampai karyawan memutuskan untuk resign dari perusahaan dimana dia bekerja. Sedangkan karyawan kontrak ada kemungkinan untuk menjadi karyawan tetap.

Tanggung Jawab Pekerjaan

Karyawan kontrak memiliki tanggung jawab pekerjaan yang sama dengan karyawan tetap, sedangkan outsourcing tidak bisa bekerja yang berhubungan dengan pekerjaan yang menyangkut dengan rahasia perusahaan.

Jenjang Karier

Karyawan kontrak akan memiliki jenjang karier yang jelas terutama kalau di tempatnya bekerja tersebut terdapat kebijakan yang bisa mengangkat karyawan kontrak menjadi tetap. Berbeda dengan outsourcing yang tidak memiliki jenjang karier dikarenakan setelah kontrak habis, akan ada kontrak dari perusahaan lain yang menunggunya. Sehingga, kerja karyawan ini berpindah-pindah dan sulit baginya untuk mendapatkan jenjang karier. Kesejahteraan dari karyawan outsourcing ini tidak terjamin karena tidak ada jenjang karier yang pasti.

Pembayaran Gaji

Perbedaan outsourcing di Jakarta dan kontrak dalam hal gaji juga sangat mencolok. Bisa dikatakan gaji dari karyawan outsourcing lebih rendah dibandingkan dengan gaji karyawan kontrak yang menempati posisi yang sama.

Jadi, jelas perbedaan antara karyawan outsourcing dengan karyawan kontrak.

0 komentar:

Posting Komentar