Kamis, 02 Juli 2020

Gejala Demam Anak di Kepala


Gejala Demam Anak di Kepala

Usia balita atau bawah lima tahun memang usia rentan terhadap penyakit. Jadi ketika anak 2 tahun demam di kepala, Bunda jangan panik dulu. Sebab demam yang terjadi pada si kecil ini bisa jadi bersifat baik, yakni sebagai tanda bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi yang terjadi. Biasanya, ada beberapa gejala yang bisa terjadi kepada anak yang tengah mengalami demam. Apa saja gejala tersebut? Yuk simak dalam ulasan ini.

Gejala Demam di Kepala yang Biasa Terjadi Pada Balita

1. Tubuh Lesu dan Mudah Rewel

Biasanya demam yang pada anak, bisa membuat tubuh menjadi lesu dan juga sangat rewel. Yang mana kondisi ini membuat anak menjadi tidak aktif seperti biasanya. Tidak hanya itu, demam juga bisa membuat si kecil menjadi lebih sensitif dan mudah marah. Untuk itu, sebaiknya orangtua selalu menghibur si kecil untuk mengurangi rasa marah yang mereka rasakan. Dengan adanya hiburan tersebut, marah pada anak perlahan akan berkurang dan menghilang.

2. Nafsu Makan Menurun

Ketika anak 2 tahun demam di kepala, biasanya akan disertai dengan nafsu makan yang menurun. Hal ini dikarenakan, kondisi badan yang sedang demam akan membuat anak menjadi serba salah dan tidak nafsu makan. Dalam hal ini, Bunda harus mampu merayu si kecil agar tetap makan meskipun tidak sebanyak porsi biasanya. Jika anak rewel tidak mau makan, maka harus sabar dalam menghadapi penolakan tersebut.

3. Tidur Menjadi Tidak Nyenyak

Jika tidur buah hati menjadi tidak nyenyak, ada kemungkinan ia tengah demam. Hal ini dikarenakan keadaan tubuh yang tidak enak, berpengaruh pada rasa nyaman saat tidur. Ketika tidur anak tidak nyenyak, maka jam istirahat si kecil akan terganggu dan tidur tidak optimal. Untuk itu, saat anak demam usahakan selalu dampingi dan juga menenangkan mereka. Biasanya, pelukan seorang ibu akan mampu menghilangkan rasa gelisah anak ketika tidur tidak nyenyak.

4. Anak Lebih Sering Menangis

Kondisi tubuh yang tidak nyaman ketika anak 2 tahun demam di kepala, akan membuat mereka sering menangis. Untuk itu, ada baiknya untuk memberikan rasa nyaman dan berusaha menenangkan si kecil. Saat anak menangis, maka bisa dihibur melalui berbagai cara yang dapat membuat mereka kembali ceria. Ketika anak terlihat mulai rewel dan mudah menangis, kemungkinan ia akan demam. Oleh karena itu, Bunda harus memiliki strategi agar bisa menghibur si kecil.

5. Demam Tinggi Disertai Dengan Ruam di Tubuh

Ada kalanya kondisi demam pada anak bertambah parah. Meskipun demam pada anak adalah pertanda baik, namun bukan berarti Bunda menjadi santai dalam mengatasinya. Sebab, ada beberapa demam anak yang juga bisa diakibatkan oleh penyakit lain. Ketika demam anak naik, maka ada baiknya segera dicek dengan termometer. Hal ini agar tahu tindakan apa yang harus dilakukan, apakah perlu membawa si kecil ke rumah sakit atau tidak.

Saat demam tersebut bertambah tinggi, biasanya akan diikuti dengan munculnya ruam merah di beberapa bagian tubuh. Bagi anak 2 tahun demam di kepala merupakan keadaan yang tidak nyaman. Si kecil bisa dipastikan akan berkurang tingkat keceriaannya. Munculnya ruam merah ini juga bisa membuat anak menjadi semakin serba salah dan mudah rewel. Jadi, Bunda harus dengan sabar menghadapi si kecil yang tengah demam ini.

Ketika anak mengalami demam, memang hal tersebut bersifat baik. Namun bukan berarti Bunda menjadi santai dan tidak memberikan penanganan yang optimal. Jika si kecil mengalami beberapa gejala seperti dalam ulasan ini, maka ada kemungkinan mereka akan demam https://www.sleekbaby.co.id/1000-hari-perlindungan/detail/penting-kenali-5-gejala-demam-di-kepala-yang-biasa-terjadi-pada-balita. Biasanya anak yang tengah demam akan mudah rewel dan gampang menangis. Untuk itu, Bunda harus mengambil tindakan yang tepat.


0 komentar:

Posting Komentar